Jumat, 31 Agustus 2012

Kampung Halaman

Udah hampir lima tahun aku tinggal di Jogja.. Tapi ga berarti lupa sama tanah kelahiran :D
Hampir setahun sekali aku pulang ke sana. Khususnya pas Lebaran, selain itu jarang.. Rumahku ada di Kecamatan Cigugur, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Salah satu area yang ga begitu dikenal orang..
Jadi kalo ada orang tanya "kamu asli mana?" aku jawab aja Pangandaran, alhamdulillah masih ada yang tau. Tapi herannya ada juga beberapa orang yang gak tau Pangandaran hahaha.

Akses ke rumahku sendiri dari Jogja "lumayan" banyak pilihan. Ada bis, travel, kereta sama pesawat. Tapi kalo naik pesawat harus ke Bandung dulu :))
Pilihan terbaik buat menuju ke rumah adalah travel, karena langsung ke Pangandaran. Itu belum sampe rumah sebenarnya karena dari Pangandaran ke rumah masih ada satu jam perjalanan lagi. Tarif travel di hari-hari biasa Rp. 90.000. Cukup murah menurutku, banyak juga beberapa turis mancanegara yang pake travel ini buat pergi ke Pangandara, Green Canyon atau Batu Karas. Jalannya emang gak mulus2 banget, lumayan lah ada beberapa titik yang mulus. Tapi banyakan rusaknya :P
Jogja-Cilacap masih mulus, Cilacap-Pangandaran rusak dibeberapa area, Pangandaran-Parigi lumayan, Parigi-Cigugur yang ngeri, jalannya rusak parah dan gak pernah diperbaiki. 
Sayang menurutku karena daerah di Ciamis selatan ini punya banyak potensi yang bisa dikembangkan, khususnya di bidang pariwisata. 
Kabupaten Ciamis aku rasa "kurang perhatian" sama daerah selatan, minimnya pembangunan akhirnya akan dibentuk Kabupaten baru yaitu Kabupaten Pangandaran. 

Semoga cepet tereaslisasikan! :)

Balik lagi soal "kampung halaman", di Cigugur inilah saya besar dan tinggal sampe SMP kelas 3. Abis lulus SMP aku nerusin SMA sama kuliah di Jogja. 

Cigugur letaknya deketan sama Tasik, butuh 3 jam naik motor kalo lewat jalan 'pintas' yang kondisinya belum layak dilalui kalo menurutku. Tapi cukup aman kalo musim kemarau. Bandingin kalo muter ke Kota Banjar/Ciamis jarak tempuh bisa jadi 5-6 jam. 
Bis ke Cigugur cuma ada satu, Budiman Cigugur-Tasik. Asiknya sekarang ada yang AC juga. 
Cigugur bisa disebut juga ada ditengah hutan, masih banyak hutan disini. Jadi suasananya masih asri dan pedesaan banget di beberapa tempat. Kenapa di beberapa tempat? karena kalo kita ke Cibiru, disini udah jadi semacam kota kecil dan pusat ekonomi kecamatan. Satu-satunya Alfamart juga ada disini, FYI alfamart ini gak pernah sepi -_-

Dibalik itu semua, Cigugur sebenarnya punya banyak tempat yang seru buat dikunjungi. Ada situ oe di Cicurug, sungai-sungai kecil yang masih bersih di Cigugur (lupa namanya, dulu pas SMP pernah kesini), sawah-sawah sama bukit-bukit kecil yang menurutku seru buat dijelajahi :D

Sebenernya tulisan ini masih kurang banget, kurang bahan lebih tepatnya. Mungkin pas aku pulang lagi ke rumah besok aku bakalan hunting foto di beberapa tempat yang menurutku potensial buat jadi tempat wisata alam. 

Tertarik? silahkan datang ke rumah saya :)

Keadaan jalan Parigi-Cigugur, seru! haha

Depan rumah :')

Sawah deket rumah, dulu sering main di sawah ini huhu

Sawah belakang rumah :))

Selamat Datang di Kabupaten Pangandaran

hayoo artinya apa? :p

Harus pinter2 milih jalan -_-



Minggu, 05 Agustus 2012

Antropologi Pariwisata

Semester 3 lalu, aku ambil salah satu mata kuliah pilihan yang di ampu sama Mas Made ( Drs. Pande Made Kutanegara) & Mas Hardi (Ketua Paguyuban Guide Yogyakarta) yaitu Antropologi Pariwisata. Sama sekali ga nyesel ambil mata kuliah ini, selain nambah pengetahuan, mata kuliah ini juga bikin aku hobi jalan-jalan. Pernah Mas Made nanyain kita udah pernah jalan kemana aja, dan kebetulan saat itu aku belum pernah ke luar pulau Jawa hehe. Beruntungnya bulan Oktober aku jalan sama Gengki dan nginep di rumah dia di Madura. Madura udah bukan pulau Jawa lagi kan :P Pokoknya seru banget deh mata kuliah ini, aku saranin (buat yang kuliah di Antropologi khususnya) buat ambil mata kuliah ini.

Disini aku mau berbagi ilmu sedikit dari yang aku tau tentang Antropologi Pariwisata.
Yang pertama kali muncul di benak kita mungkin pertanyaan "kenapa harus studi mengenai pariwisata?"
Kegiatan pariwisata saat ini adalah salah satu kegiatan yang digemari oleh hampir semua orang (tidak ekslusif) dilakukan oleh berbagai macam bangsa, ras dan etnik, yakaaan? :D Pariwisata ini bersifat sangat dinamis, sehingga secara terus menerus perlu sebuah kajian dan analisi. Dalam prakteknya sendiri, pariwisata juga telah mempertemukan dua kebudayaan yang berbeda, perbedaan norma, nilai kepercayaan dan kebiasaan sehingga pariwisata telah membentuk institusi dan kebudayaan baru di berbagai belahan dunia.

Dari sisi Antropologi, kenapa Pariwisata dikaitkan dengan Antropologi?
Antropologi berusaha  untuk membuktikan adanya kekhususan-kekhususan manusia dan kebudayaannya. Ahli antropologi berusaha menolak penjelasan-penjelasan (teori) yang bersifat umum; mereka berusaha menunjukkan bahwa yang umum itu tidak berlaku untuk semua masyarakat.
Seorang ahli antropologi juga berusaha menjelaskan perbedaan ciri antara masyarakat satu dengan yang lain; menjelaskan persamaan-persamaan ciri antar satu masyarakat dengan masyarakat yang lain; dan mengapa muncul perbedaan dan persamaan tersebut. Dari sinilah saya rasa seorang Antropolog akan mampu melihat lebih jauh (mendalam) ketika mereka mengalami suatu peristiwa dalam perjalanan yang mereka lakukan. Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, Antropolog menolak teori-teori tentang masyarakat yang bersifat umum, oleh karena itu dari perjalanan yang dilakukan tersebut seorang antropolog akan mampu menghasilkan sebuah pengertian/teori atau pernyataan baru tentang sebuah masyarakat dan dihasilkanlah kebijakan yang sesuai.

Ada juga beberapa hal yang menarik menurut saya diantara hubungan Ilmu Antropologi dan Tourism ini, misalnya Ilmu Antropologi pada awalnya berkembang karena adanya catatan-catatan perjalanan dari beberapa musafir yang berangkat atau pergi ke negara-negara di luar Eropa. Hal ini menunjukan pada zaman dahulu sudah ada rasa ketertarikan dari seseorang yang ingin melihat dunia luar.
posisi Antropologi sendiri dalam Pariwisata bisa ditunjukan dalam beberapa hal berikut ini:
·  Sudut pandang yang dipakai antropologi adalah emik
·  Studi tentang the other’s (wisatawan, guide, pelaku usaha, dan komunitas penerima)
·  Pendekatan dan analisis: mikro
·  Menggunakan teknik etnografi (kualitatif)
·  Menghasilkan tulisan tentang the impact of tourism for local people
·  Respon local people terhadap tourism

Nah udah tau kan sekarang kenapa kita belajar tentang pariwisata? Sebenernya aku berharap lebih di mata kuliah ini, masih banyak ilmu yang belum aku dapet, dan masih belum banyak juga praktek yang aku lakuin supaya pariwisata di Indonesia bisa lebih maju dari sekarang ini. Kontribusi sekecil apapun dari kita aku yakin bakalan bantu banget buat kemajuan pariwisata negara kita. Yuk mulai dari sekarang kita bantu Pariwisata di Indonesia supaya lebih baik, mendatangkan banyak wisatawan, tetapi tidak lupa dengan jati diri Bangsa ;) 

      "Anthropology have observed the growing impact of tourism throughout the world, but burried their data in field notes and only occasionally published peripheral articles, as if tourism were not a scientific or scholarly subject"

Sumber : Catatan Kuliah & Slide Presentasi Mata Kuliah Antropologi Pariwisata 

Jumat, 03 Agustus 2012

Mencoba Peruntungan

Masih seputar hobiku yang memotret kereta api dan support dari Leah (http://adtyngrh.blogspot.com/2012/07/ide-ide-brilian-datang-dari-leah.html) , kemaren aku nyoba peruntungan buat berkomunikasi sama pemilik dari website http://seat61.com (website nya train traveller hehe). Setelah membaca beberapa tulisan di di web itu, aku punya harapan lebih agar tulisan tentang info kereta di Indonesia bisa di update. Maka dari itu aku beraniian diri buat ngirim email dan nawarin beberapa foto yang udah aku ambil biar bisa di pasang di web nya.

Sebagai railfans sendiri, aku seneng ada sebuah tulisan tentang perkeretapian Indonesia yang ditulis secara lengkap dan detail. Tulisan itu aku rasa bisa menarik lebih banyak wisatawan mancanegara khususnya buat datang ke Indonesia dan nyobain langsung bagaimana kereta di Indonesia. Belum banyak yang tau kan kalo masih banyak nilai plus lainnya kalo kita naik kereta dibanding naik moda transportasi lain? :D

Salah satunya pemandangan, pernah beberapa kali pulang dari Bandung aku segerbong sama turis-turis dari Eropa. Mereka bener2 menikmati perjalanan dari Bandung ke Yogyakarta saat itu. Semua hal di foto! bahkan mereka juga tepuk tangan pas kereta masuk di petak Lebakjero-Leles (salah satu spot bagus untuk foto). Nah hal ini bisa ditunjukin dari beberapa foto yang aku usulin buat dipake di website tadi. 

Traveller William Bernstein reports: "The Argo Wilis is one of the world's great trains in terms of scenery. Particularly the first 100 km east of Bandung; if Bali had a railroad, this what the scenery would look lke. Reserving in advance wasn't really necessary, service was about on a level with a local European second class train" - http://seat61.com/Indonesia.htm

Inilah sebenarnya yang pengen aku tunjukin ke temen-temen semua, ayo naik kereta! Kita punya potensi buat majuin pariwisata kita. Just enjoy the trip. Kereta itu moda transportasi yang romantis sepanjang masa kalo menurutku *lebay? ah engga emang bener kok. Yang bilang lebay belum nyobain aja haha :P

Balik lagi ke topik, nah http://seat61.com udah dapet banyak banget penghargaan di Inggris sana sebagai web blog traveler paling membantu karena info yang diberikan nya lengkap banget. Bahkan Thomas pun  juga ngerekomendasiin website ini buatku ketika dia tau aku suka kereta. *Thomas ini temenku dari Kanada*

Bangga dong kalo misalnya fotoku bisa ada di website itu, satu foto ajaa >_< tapi sampe sekarang aku nulis postingan ini emailku belum di bales, masih harap-harap cemas hehe. Yaa namanya juga mencoba peruntungan :) Semoga aja si empunya website tertarik sama penawaranku, amin.

Rabu, 01 Agustus 2012

Backpacker atau Flashpacker?

Sebenenrnya selama 5 tahun terakhir dari pertama aku ngetrip sampe trip terakhir bulan Juli kmaren masih kepikiran, sebenernya aku ini Backpacker atau apa? (waktu itu belum kenal istilah flashpacker)
Kenapa pertanyaan itu yang selalu muncul? karena aku ngerasa beda sama apa yang disebut dengan istilah backpacker. 

Seperti yang kita tahu, backpacker lebih condong melakukan kegiatan jalan-jalannya dengan budget yang terbatas tetapi ingin mendapatkan experience yang lebih, maka dari itu kaum backpacker akan menempuh perjalanan yang tidak nyaman sekalipun untuk mendapatkan pengalaman tadi. Nah aku? Jujur-jujuran aja aku gabisa kalo naik kendaraan yang ga ada ac, minimal fan. Ga ada itu? bisa mabok :D  jadi kemana-mana selalu diusahakan naik kereta eksekutif, engga yang kelas argo gpp. Aku masih mau naik eksekutif satwa atau kelas dibawahnya lagi campuran eksekutif-bisnis. Kalo misalnya ga dapet semua itu, aku lebih milih pake bis malam. Harganya emang jauh lebih murah daripada kereta, tapi dengan konsekuensi tidur ga bakalan senyaman di kereta. Aku lebih baik bayar agak mahal tapi sebanding sama fasilitas dan kenyamanan yang didapat.
Apa itu bisa disebut backpacker? jawabannya ENGGA :D
terus aku apa? Turis? 

Setelah browsing di beberapa web travelling, akhirnya aku nemu satu situs kece yaitu tentang Flashpacker! http://flashpackerindonesia.wordpress.com/ Di salah satu artikelnya juga dibahas tentang perbedaan backpacker dan flashpacker. Dari artikel inilah aku dapat suatu pencerahan, mau jadi backpacker atau flashpacker :)

I'm a Flashpacker :D